Pentingkah Absen Itu?

Dalam suatu kesempatan setelah kuliah berakhir, seorang mahasiswa dan dosennya terlibat obrolan santai sbb:

Mahasiswa:

Pak, kenapa bapak suka mengabsen ulang kami setiap kuliah akan berakhir?

Dosen:

Ada peribahasa “Tak kenal maka tak sayang”, saya baru beberapa kali tatap muka dengan anda dan saya belum hapal nama-nama kalian. Disamping itu saya ingin mencocokan jumlah mahasiswa yang hadir dengan yang tercantum dalam daftar absensi.

Mahasiswa:

Kenapa harus seperti itu, bukankah kemampuan kami tidak tergantung absensi? bisa saja diantara kami ada yang tidak hadir tapi mampu menegerjakan soal-soal ujian dengan baik.

Dosen:

Memang bisa jadi demikian, namun bagi saya meskipun absen hanya menjadi komponen nilai yang kecil, namun saya mencoba menghargai proses, tidak hanya hasil. Saya mencoba menghargai mereka yang disiplin dan rajin hadir. Bahkan kalau saya perhatikan perkuliahan yang lalu-lalu, mereka yang rajin hadir nilainya pun cukup baik. Tapi itu bukan berarti yang penting hadir terus tanpa harus belajar sungguh-sungguh. Saya juga mecoba melatih kejujuran kaliah sehingga tidak terjadi titip absen.

Mahasiswa:

Tadinya saya beranggapan kalau sudah mahasiswa absen itu tidak penting, yang penting bisa mengerjakan ujian :)

Dosen:

Kalau absen itu tidak penting, untuk apa ada daftar absensi yang harus diisi, untuk apa absensi dikembangkan menggunakan electronic dan komputerisasi. Tidakkah anda baca berita di media-media beberapa waktu lalu, dimana banyak institusi yang melakukan sidak (Inspeksi Mendadak) dan pemeriksaan terhadap kehadiran pegawai di jajarannya. Mereka yang tidak hadir tanpa izin dan alasan yang diperbolehkan diberikan sanksi. Tahukah anda terutama bagi instansi yang memberikan jasa layanan untuk publik bahwa hal itu merugikan masyarakat. Saya pikir mereka yang sudah menjadi pegawai itu kebanyakan dulunya mahasiswa. Saya tidak ingin mahasiswa yang saya didik tidak menjadi disiplin seperti itu. Absensi berfungsi sebagai salah satu alat indikator kedisiplinan. Sepertinya hanya hal sepele, namun saya tidak akan biarkan mahasiswa saya melanggar hal meskipun yang kecil-kecil, karena mereka nantinya akan menjadi abdi masyarakat yang patut membuktikan intelektualitas mereka.

Mahasiswa:

Ooo.. gitu pak, tapi kan meskipun alat absen sudah canggih tetap saja ada kemungkinan kecurangan, sehingga bisa titip absen.

Dosen:

Hal itu dikembalikan kepada hati nurani masing-masing, bagi mereka yang jujur dan yakin bahwa Allah Maha Melihat tentu tidak akan melakukan kecurangan. Bagi mereka yang segala tindakannya adalah ibadah tentu tidak akan merusaknya dengan hal-hal demikian. Coba anda pikirkan, apakah orangtua anda ingin memiliki anak yang mempunyai nilai baik tapi tidak jujur, atau sebaliknya??

Mahasiswa:

Mending mempunyai nilai baik dan jujur pak :D

Dosen:

Itu sudah pasti :D..

Demikianlah percakapan antara mahasiswa dan dosen tersebut, bagaimana menurut anda?? Pentingkah Absen Itu?

Oleh : Aas Meinardi

penulis adalah System Analyst di PT. Rekabio

sumber :http://blogs.unpad.ac.id/aasmeinardi/2011/09/14/pentingkah-absen-itu/